Monitoring Populasi Bekantan di Taman Nasional Gunung Palung

 

Sungai Batu Barat. Foto:Tim TANAGUPA

 

 Simpang Hilir, 25 – 30 April 2022. Tim Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Palung berkolaborasi dengan Polisi Kehutanan (Polhut) melakukan kegiatan monitoring populasi Bekantan (Nasalis larvatus) di wilayah RPTN Batu Barat dan RPTN Matan. Kegiatan monitoring populasi Bekantan bertujuan untuk memperoleh data dan informasi sebaran populasi bekantan di kawasan konservasi dan untuk mengetahui % (persen) kenaikan/penurunan jumlah bekantan dari tahun ke tahun.

Kegiatan monitoring populasi Bekantan, dikhususkan di lokasi sungai Batu Barat dan sungai Simpang Keramat yang berada di Desa Batu Barat dan di lokasi sungai Seringgit yang berada di Desa Matan Jaya. Lokasi tersebut merupakan site monitoring kegiatan inventarisasi populasi Bekantan sejak tahun 2015. Keberadaan Bekantan sebagai salah satu nilai penting kawasan TANAGUPA, menjadikan kegiatan monitoring populasi Bekantan harus dilakukan secara berkala untuk mendapatkan seri data yang baik sehingga dapat dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan dan langkah lebih lanjut terhadap upaya peningkatan populasinya.

Metode yang digunakan pada kegiatan monitoring Bekantan adalah metode sensus, yaitu menghitung semua kelompok serta jumlah individu setiap kelompok. Pengumpulan data demografi populasi dilakukan langsung baik dari hilir ke hulu maupun dari hulu ke hilir dengan perahu bermesin menelusuri aliran sungai. Populasi yang dihitung adalah populasi bekantan yang ditemukan di kiri dan kanan sungai. Berdasarkan hasil penghitungan, diketahui bahwa populasi Bekantan mengalami kenaikan dibandingkan data tahun sebelumnya.

Koordinator PEH TANAGUPA Ibrahim Sumardi berharap bahwa konservasi Bekantan dapat menjadi perhatian banyak pihak yang ada disekitar kawasan TANAGUPA, seperti pihak desa, perusahaan dan pelaku usaha transportasi air. “Kita perlu meningkatkan pengawasan mengingat jalur sungai tempat lokasi pengamatan merupakan jalur lalu lintas utama perairan yang sering dilewati sehingga dapat menyebabkan beberapa kerusakan pada ekosistem di tepian sungai yang sebagian besar merupakan pohon pakan dan pohon pelindung bagi Bekantan” ujar Ibrahim.

Add Comment